Juan Rumaista Prasetya Sain - 202046500321
Halo,
Saya akan mengulas beberapa literatur yang kemudian dihubungkan dengan bahasan yang sebelumnya telah saya kaji, yaitu mengenai Gita Savitri pada Youtube. Disini saya akan review bahasan mengenai personal branding, sosial media, youtube, dan sejenisnya.
Pada kali ini saya akan fokus mengulas Gita Savitri pada sisi personal branding yang beliau bangun pada dirinya dengan menggunakan beberapa bahan literatur yang telah ada. Disini saya akan fokus membahas perihal cara Gita Savitri membuat para audiensnya tetap setia menonton dan mengikuti semua konten yang beliau buat.
Tulisan saya sebelumnya tentang Gita Savitri klik disini
Pendahuluan
Gita Savitri menggunakan aspek histori dalam membangun citranya. Dengan kisah perjalanan hidupnya sebagai seorang anak muda yang berhasil survived di luar negeri dengan segala prestasinya menjadikan pedoman citra yang baik untuk Gita Savitri. Selain itu ketekunannya dan kecerdasannya dalam kisah perjalanan hidupnya menginspirasi banyak orang untuk menjadi lebih baik dan termotivasi untuk berprestasi juga. Ketekunan dan kegigihan yang dilakukan oleh Gita Savitri menjadi contoh baik yang terpancar pada pribadinya di setiap konten yang beliau unggah pada sosial media pribadinya.
Hal ini menjadi menarik untuk diulas lebih lanjut karena mengingat background story dari seorang Gita Savitri telah sangat kuat yang mana beliau berusaha dengan giat atas pendidikan dan pribadinya menjadikan saya tertarik untuk mencari tau lebih lanjut bagaimana Gita Savitri melakukannya.
Meski banyak penelitian yang membahas mengenai pribadi yang membangun personal brandingnya dengan cara yang unik, disini saya ingin mengangkat Gita Savitri sebagai topik utama karena Gita Savitri tidak memerlukan berbagai macam gimmick atapun sensasi yang berlebih untuk mencapai prestasinya sampai saat ini. Hanya anak muda yang dapat survived dan meraih cita-citanya dengan usahanya sendiri. Gita Savitri dapat berhasil mencapai semua prestasi dengan menjadi dirinya sendiri, dengan membagikan isi pemikirannya kepada publik menjadikannya kuat dalam citra dirinya.
Pada beberapa literatur yang akan saya gunakan dalam tulisan ini akan saya jadikan pedoman dan juga pembanding dari topik yang akan saya bahas, yaitu mengenai personal branding oleh konten kreator.
Isi
Untuk yang pertama saya akan mengulas sebuah buku dengan judul Be Your Own Brand oleh David McNally dan Karl D. Speak. Buku Be Your Own Brand ini membahas tentang membangun personal branding yang kuat tidak dihasilkan dari citra yang dibuat-buat, melainkan bagaimana seseorang memilih untuk membuat citra yang bermakna. Personal branding yang lemah menggambarkan seseorang dengan atribut dan kualitas yang kurang jelas sehingga menghasilkan umpan balik yang kurang baik.
Setiap orang memiliki ciri khasnya masing-masing, siapa pun dapat membangun personal brandingnya tanpa perlu menjadi apa yang bukan dirinya. Untuk topik Gita Savitri, beliau membangun perjalannya menjadi konten kreator bermula dari membagikan kisah pribadinya dalam menempuh pendidikan dan bertahan hidup di luar negeri. Sebagai anak muda yang hidup mandiri serta sukes dalam pendidikannya di luar negeri, mencuri banyak perhatian audiens dengan segmentasi yang seumur dengan Gita Savitri yaitu para remaja. Kisah yang telah beliau jalani membangun personal brandingnya sehingga berbeda dengan yang lain. Gita Savitri menggunakan nilai dan kualitas dirinya menjadi pembeda dirinya dengan orang lain.
Selanjutnya saya akan mengulas sebuah jurnal berjudul Exploring Personal Branding on Youtube oleh Chih-Ping Chen. Fokus pada jurnal tersebut adalah eksplorasi jenis peronal branding yang ada di Youtube. Semua dikarenakan sebuah platform digital yaitu Youtube pada masa kini memungkinkan semua orang baik amatir ataupun tidak untuk memasarkan diri merka masing-masing dan mengelola personal brandingnya sendiri. Pada jurnal ini menunjukan bahwa ledakan media sosial ini mendorong para individu penggunanya untuk memiliki kesadaran penting akan citra pribadi serta membangun kredibilitas diri dengan harapan dapat menciptakan perbedaan ataupun keunikan dengan individu lain, sehingga semua kekuatan dari personal branding itu dapat dijadikan prospek untuk bekerjasama terhadap pihak lain serta dapat dijadikan bisnis baru yang menguntungkan.
Ketika dikaitkan dengan topik Gita Savitri, segala sesuatu yang terdapat pada jurnal tersebut menjadi terhubung karena Gita Savitri yang mana awalnya adalah seorang amatir dapat melanjutkan karirnya pada platform Youtube ini. Gita Savitri berhasil membangun personal branding dengan caranya sendiri dan diterima baik oleh para penontonnya. Respon yang dihasilkan atas konten yang ia buat menuaikan respon positif dari para audiens sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa personal branding yang Gita Savitri terapkan pada Youtubenya itu berhasil dan disukai oleh banyak orang.
Jurnal berikutnya yang akan saya ulas berjudul Strategic Social Media for Personal Branding - A Case Study Malaysian Celebrities on Facebook. Jurnal tersebut merupakan American Journal Economic yang dikeluarkan pada tahun 2015 oleh Winci & Wardah. Membahas mengenai strategi untuk personal branding pada sosial media dan berfokus pada sorang selebrita asal Malaysia di platform Facebook. Walaupun platform yang dibahas beda dengan topik, namun untuk stategi personal branding yang dapat digunakan itu tetap bisa dikaji pada bahasan kali ini.
Jurnal tersebut mengeksplorasi bagaimana strategi yang digunakan di media sosial untuk branding diri sebagai alat pemasaran. Jurnal ini berisi bagaimana pentningnya strategi media sosial, strategi konten, dan komunikasi yang dapat menghasilkan respon baik untuk penggemar sehingga secara konstan dapat terus menambahkan jumlah pengikut. Pada jurnal dijelaskan bahwa keberhasilan seorang selebriti dikaitkan dengan pengengelolaan dan pemaksimalan profilnya pada setiap platform.
Sehingga dapat dikatakan bahwa topik yang dibahas, yaitu Gita Savitri, tidak bisa disamakan dengan standar selebriti, namun perbedaan strategi yang Gita Savitri terapkan pada platform pribadinya tetap menghasilkan respon yang baik. Ini menandakan, konten yang berkualitas itu mempengaruhi sangat besar terhadap respon yang diterima. Gita Savitri menggunakan caranya sendiri untuk menyampaikan konten dan itu menuaikan tanggapan sangat baik oleh para audiens, bahkan dengan konten-kontennya yang berkualitas itu terus mendatangkan pengikut baru pada platform kanal Youtubenya.
Kesimpulan
Dari sini saya dapat simpulkan bahwa di masa modern ini membangun personal branding adalah hal yang cukup penting untuk dilakukan, khususnya bagi mereka yang ingin membuat konten pada media digital terutama Youtube. Karena adanya platform Youtube ini, membuat banyak orang berlomba-lomba mendapatkan atensi publik namun tidak sedikit dari mereka yang tidak mendalami lebih lanjut mengenai pembentukan citra pada personanya. Namun untuk Gita Savitri, beliau sudah memiliki personal branding yang kuat dan baik yang dapat menginspirasi banyak pengikutnya.
Tulisan ini menjabarkan kajian dari saya mengenai bagaimana personal branding yang dibuat oleh seorang content creator bernama Gita Savitri pada platform Youtubenya. Tulisan ini mengulas tentang bagaimana Gita Savitri dapat mencapai semua citra baik yang telah dimiliki dan bagaimana beliau menarik perhatian para pengikutnya dan skala yang lebih luas sehingga dapat menjadi seorang pribadi dengan personal branding yang baik dan mempunyai pengikut yang masif.
Sekian, semoga tulisan ini bermanfaat!
Terimakasih ππ
Daftar Pustaka
McNally, David. Speak, Karl D. (2004). Be Your Own Brand. Published by Berrett-Koehler Publisher.
Chen, C. (2013). Exploring Personal Branding on YouTube, Journal of Internet Commerce, vol. 12, pp.332 - 347
Winci & Wardah (2015) “Strategic Social Media for Personal Branding - A Case Study Malaysian Celebrities on Facebook”, American Journal of Economic. Vol. 5 No. 2 pp. 236-242.







