Tampilkan postingan dengan label Thoughts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thoughts. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2022

Baru Menyadari

(Juan Rumaista - 202046500321)

Hallo, 

Saya sering berpikir, mengapa suatu hal bisa terjadi. Semua hal pasti mempunyai alasan mengapa mereka ada. Saya terkadang kurang peka terhadap itu, tidak menyadari banyak tanda-tanda yang ada disekitar yang seharusnya lebih saya syukuri keberadaannya. 

Saya terkadang suka mengeluh ketika hari yang saya lalui tidak begitu baik. Terlebih ketika perlakuan orang di sekitar saya kurang menyenangkan. Semua terasa menyebalkan. Pikiran-pikiran mengganggu sering kali muncul disituasi seperti itu.

Namun bukankah memang hidup bukan melulu tentang kebahagiaan? Bukankah seharusnya saya menyadari betapa berharganya kegagalan dan rasa kecewa? huft. Mereka adalah pembelajaran, dan mereka hal mutlak yang akan muncul dalam perjalanan. Ketika semua sudah terlewati, pasti kesuksesan akan datang pada waktunya. Saya pun masih perlu belajar banyak mengenai pengendalian diri. Saya merasa diri saya dan apa yang saya yakini saat ini masih labil, namun saya cukup bersyukur sudah menyadari banyak hal di usia saya sekarang.. hehe

Saya terkadang mengeluhkan sikap orang terdekat saya ketika tidak sesuai dengan keinginan saya sendiri.  Saya tidak sadar semua itu merupakan cara mereka memberikan perhatian kepada saya. Contoh terdekat adalah orang tua.

Dulu saya sempat berpikir, kenapa orangtua saya sering menyuruh saya membersihkan rumah, mengapa mereka menyuruh saya belajar terus-menerus, dan sebagainya. Sampai saya menyadari bahwa saya sepertinya salah fokus. Hal yang sering saya besar-besarkan dalam pikiran saya adalah mengeluh sampai tidak menyadari dan mensyukuri kehidupan yang diberikan oleh-Nya. Saya mempunyai kedua orang tua yang mendampingi dan selalu melindungi saya serta mengejari saya banyak hal.

Saya hanya merasa baik kalau tidak dimarahi. Padahal orang tua menginginkan anaknya menjadi kuat dan tidak mudah menyerah akan dunia yang keras ini. Hal-hal yang mungkin saya rasa tidak mengenakan bisa jadi merupakan cara mereka mendidik saya menjadi manusia yang mandiri.

Semakin dewasa juga saya baru menyadari bahwa tidak ada kebiasaan baik yang terbentuk secara instan. Orang tua membiasakan saya sedari dini untuk menyelesaikan apa yang saya mulai secara sungguh-sungguh. Ucapan yang tiap hari Ibu saya katakan mengenai membersihkan kamar, merapihkan pakaian yang saya ingin pakai, meletakkan sepatu pada tempatnya, dan sebagainya sering saya salah artikan. Ayah yang selalu membelikan saya sarapan setiap pagi, selalu mengingatkan saya ketika telat makan, mengantar dan menjemput saya, dan hal-hal sederhana lainnya yang setiap hari mereka berikan kepada saya merupakan cara mereka peduli terhadap saya. 

Kali dimana mereka memberi saya ruang dan mempercayai keputusan yang saya ambil, menghargai usaha yang saya kerjakan, mereka yang memberikan saya waktu dan kesempatan untuk bertumbuh dengan bimbingan mereka, menjadikan saya untuk belajar bertanggung jawab dan menjalani konsekuensi dari apa yang saya pilih. Semua hal itu akhirnya saya sadari merupakan cara mereka menyayangi saya. Mereka membimbing saya agar kelak saya bisa hidup mandiri di dunia ini. Mereka mengajarkan saya untuk bertanggung jawab atas hidup saya sendiri.

Sekian ocehan yang ingin saya bagikan, semoga kita semua bisa menyadari dan menghargai juga perjuangan orang tua kita semua dalam menyayangi anak-anaknya. 

~Thanks!

Rainbow Pinwheel Pointer